pialadunia2026.cc - Real Madrid mengejutkan dunia sepak bola Spanyol dengan mengumumkan perpisahan mereka dengan Xabi Alonso , hanya sehari setelah kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol . Kekalahan itu menjadi penutup singkat bagi era Alonso di Santiago Bernabeu.
Meski Alonso sempat mendapatkan angin segar dengan lima kemenangan beruntun jelang final, termasuk kemenangan penting atas Atletico Madrid, tekanan di kursi kepelatihan Los Blancos tak kunjung reda. Hasil final melawan Barcelona akhirnya menjadi titik balik bagi manajemen klub dan sang pelatih.
Kesepakatan pun dicapai: kerja sama antara Alonso dan Real Madrid resmi berakhir. Untuk mengisi posisi kosong, manajemen langsung menunjuk Álvaro Arbeloa, mantan pelatih Castilla, sebagai arsitek baru tim utama.
Baca Juga : El Clasico Berlangsung Sengit! Barcelona Menangi Final Piala Super Spanyol
Menurut jurnalis El Chiringuito TV, Jose Luis Sanchez, keputusan ini didasari oleh tiga faktor utama yang membuat Los Blancos menilai sudah saatnya mengakhiri era Xabi Alonso dan memulai lembaran baru di Santiago Bernabeu.
Dengan langkah cepat ini, Real Madrid berharap bisa segera menstabilkan performa tim dan mempersiapkan skuad menghadapi laga-laga penting mendatang.
Persiapan Fisik Tim Dinilai Bermasalah

Salah satu masalah terbesar yang membayangi Real Madrid sepanjang musim ini adalah kebugaran tim. Cedera datang silih berganti, membuat susunan pemain sulit stabil dan memaksa Xabi Alonso terus melakukan rotasi.
Tak hanya itu, Los Blancos juga kerap kalah dalam duel fisik melawan lawan-lawan tertentu, memunculkan kekhawatiran serius di internal klub mengenai metode persiapan fisik yang diterapkan Alonso. Kekhawatiran ini sempat menimbulkan wacana untuk mengembalikan Antonio Pintus ke staf kepelatihan tim utama, sosok yang sebelumnya dikenal berhasil meningkatkan kondisi fisik para pemain Madrid.
Kini, dengan Álvaro Arbeloa resmi memegang kendali sebagai pelatih kepala, peluang untuk menunjuk Pintus kembali semakin terbuka. Langkah ini dianggap bisa menjadi solusi untuk menstabilkan kebugaran skuad, menjaga performa di Liga Spanyol, dan mempersiapkan tim menghadapi laga-laga krusial di Liga Champions.
Hubungan Pelatih dengan Pemain Kunci Dinilai Tak Harmonis

Masalah lain yang turut mempercepat kepergian Alonso adalah relasinya dengan sejumlah pemain inti. Hubungan sang pelatih dengan Vinicius Junior disebut sudah lama tidak berjalan mulus.
Selain itu, Federico Valverde juga dikabarkan beberapa kali menunjukkan ketidakpuasan terhadap peran yang diberikan kepadanya di dalam tim. Ketegangan ini diperparah oleh metode kepelatihan Alonso yang tidak sepenuhnya diterima oleh seluruh pemain.
Situasi ruang ganti yang mulai bergejolak menjadi sinyal bahaya bagi manajemen Madrid, yang menilai keharmonisan skuad sebagai faktor krusial dalam perburuan gelar.
Kekalahan Tercatat Akibat Performa Buruk di Final Piala Super Spanyol

Faktor terakhir yang menjadi pemicu keputusan ini adalah penampilan Real Madrid di final Supercopa Spanyol kontra Barcelona . Meski skor 2-3 terlihat ketat, performa Los Blancos di lapangan dinilai jauh dari standar klub.
Sebelumnya, Madrid sempat menundukkan Barcelona di pertemuan awal musim, namun kegagalan mengulang hasil tersebut di Jeddah meninggalkan kesan negatif bagi jajaran petinggi klub. Kekalahan dari rival abadi di partai final ini dianggap mencoreng citra tim dan menjadi pemicu langsung diambilnya langkah drastis. Manajemen klub menilai arah proyek Alonso tidak lagi meyakinkan untuk dilanjutkan.
Dengan penunjukan Álvaro Arbeloa sebagai pelatih anyar, Real Madrid kini berharap menemukan kembali stabilitas dan arah baru untuk menyelamatkan sisa musim. Klub ibukota Spanyol berharap atmosfer ruang ganti bisa kembali kondusif dan skuad tampil konsisten demi mengejar gelar-gelar penting.
Baca Juga : Nonton Piala Dunia 2026 Kini Bisa di Platform Resmi TikTok, Live Streaming Langsung!