pialadunia2026.cc - Napoli gagal meraih tiga poin saat menjamu Parma di Stadio Diego Armando Maradona pada lanjutan Serie A 2025/2026, Kamis dini hari WIB, dengan skor akhir 0-0. Meski tampil dominan, tuan rumah harus rela meninggalkan lapangan dengan tangan hampa.
Sejak peluit awal, Napoli menekan pertahanan Parma yang disiplin. Penguasaan bola mencapai 67 persen, dengan total 15 tembakan dilepaskan, namun lini belakang Parma selalu siap menghadang. Suporter Napoli sempat menjerit histeris saat Scott McTominay membobol gawang di babak awal. Sayangnya, kegembiraan itu segera sirna setelah VAR membatalkan gol karena Pasquale Mazzocchi terjebak offside.
Para pemain Napoli berulang kali mencoba menembus pertahanan Parma. Aksi brilian Victor Osimhen dan umpan-umpan matang dari Piotr Zielinski kerap mengancam, namun ketelitian kiper lawan membuat gawang tetap perawan.
Hasil imbang ini membuat Napoli tetap di posisi ketiga klasemen dengan 40 poin dari 20 laga, sementara Parma berada di peringkat ke-14. Meski gagal menang, Napoli menunjukkan karakter dominan dan sabar dalam menyerang. Namun, ketajaman di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim besutan Antonio Conte jika ingin terus bersaing di papan atas Serie A.

Babak Pertama
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Napoli langsung mengambil inisiatif menyerang. Bola lebih banyak mengalir di kaki tuan rumah, dan penguasaan sejak menit awal menunjukkan ambisi kuat pasukan Conte untuk mendominasi laga.
Ancaman pertama hadir lewat Scott McTominay. Gelandang asal Skotlandia itu mencoba melepaskan tembakan dari jarak menengah, tapi pertahanan Parma dengan sigap menghalau bola.
Baca Juga : Prediksi Pertandingan Como vs AC Milan 16 Januari 2026
Menit ke-11, momen dramatis hampir mengubah papan skor. Bola kiriman Pasquale Mazzocchi menuju kotak penalti, disambar McTominay… dan masuk! Suporter Napoli meledak kegirangan, tapi kebahagiaan itu sirna seketika setelah VAR membatalkan gol karena offside.
Tekanan Napoli tak berhenti. Noa Lang terus memanfaatkan sisi kiri lapangan, melepaskan serangan demi serangan melalui umpan silang yang memaksa pertahanan Parma bekerja ekstra.
Tendangan bola mati pada menit ke-25 nyaris membuahkan gol. Alessandro Buongiorno melancarkan sundulan keras ke arah gawang, namun kiper Filippo Rinaldi menunjukkan refleks luar biasa untuk menepis peluang tersebut.
Parma sesekali mencoba keluar dari tekanan melalui serangan balik cepat. Jacob Ondrejka melepaskan tembakan dari jarak jauh, tapi Vanja Milinkovic-Savic tetap waspada dan berhasil mengamankan gawangnya.
Menjelang akhir babak pertama, Napoli kembali menggempur lewat Rasmus Hojlund. Striker Denmark itu mencoba menyambar bola di dekat tiang, namun Rinaldi tampil heroik, menggagalkan peluang dan menjaga skor tetap 0-0.
Babak Kedua

Tempo tinggi tetap dijaga Napoli setelah turun minum. Suasana sempat memanas pada menit ke-50-an ketika Scott McTominay mengklaim adanya handball di dalam kotak penalti Parma. Suporter Napoli menahan napas… tapi VAR menegaskan tidak ada pelanggaran, dan permainan kembali berjalan.
Beberapa menit kemudian, peluang emas hampir tercipta. Kesalahan lini pertahanan Parma membuka ruang bagi Rasmus Hojlund untuk berhadapan langsung dengan gawang, namun eksekusinya sedikit terlambat dan berhasil diblok oleh bek lawan.
Antonio Conte berusaha meningkatkan tekanan dengan memasukkan trio segar: David Neres, Eljif Elmas, dan Leonardo Spinazzola. Kehadiran mereka membuat serangan Napoli lebih variatif, dan intensitas laga semakin memanas.
Parma sendiri memilih strategi bertahan total, menutup ruang dan disiplin menjaga setiap inci kotak penalti. Statistik babak kedua menunjukkan tim tamu sama sekali tidak melepas satu pun tembakan ke gawang Napoli, namun solidnya pertahanan mereka membuat serangan tuan rumah sulit menembus.
Upaya demi upaya terus dilancarkan. Stanislav Lobotka melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, McTominay mengancam lewat sundulan, tapi semua peluang selalu menemui penjaga gawang Filippo Rinaldi yang tampil impresif.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0. Napoli harus kembali menelan kekecewaan di kandang sendiri, kehilangan poin penting dalam perburuan posisi atas klasemen Serie A.
Statistik Lengkap Napoli vs Parma
Statistik memperlihatkan dominasi Napoli sepanjang pertandingan, meski skor tetap imbang 0-0. Tuan rumah melepaskan 15 tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran, sementara Parma hanya mencatat enam tembakan dan satu on target.
Penguasaan bola sepenuhnya dikuasai Napoli dengan 67%, berbanding 33% milik Parma. Akurasi operan Napoli juga jauh lebih tinggi, 93% dari total 677 operan berhasil dikirim dengan tepat, sedangkan Parma hanya mencapai 76% dari 316 percobaan.
Dari sisi agresivitas, kedua tim sama-sama bermain keras dengan masing-masing melakukan 11 pelanggaran. Parma mendapatkan tiga kartu kuning, sementara Napoli hanya satu, dan tidak ada kartu merah yang dikeluarkan wasit.
Tuan rumah juga lebih sering menekan melalui bola mati, tercatat 7 tendangan sudut bagi Napoli, sedangkan Parma hanya satu kali. Sementara catatan offside menunjukkan Napoli tersangkut sekali, sedangkan Parma nihil.
Secara keseluruhan, statistik memperkuat fakta bahwa Napoli mendominasi permainan, tapi ketangguhan pertahanan Parma membuat angka tetap imbang, membuat duel ini berakhir tanpa gol.
Baca Juga : Update Lengkap Hasil Pertandingan, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Susunan Pemain Napoli vs Parma
Napoli menurunkan formasi 3-4-2-1 dengan Vanja Milinkovic-Savic menjaga gawang. Di lini belakang, trio Giovanni Di Lorenzo, Amir Rrahmani, dan Alessandro Buongiorno menjadi benteng utama. Pasquale Mazzocchi dan Mathias Olivera bertugas di sayap, sementara Stanislav Lobotka dan Scott McTominay mengatur permainan di tengah. Di depan, Matteo Politano dan Noa Lang mendukung Rasmus Hojlund sebagai ujung tombak.
Parma mengandalkan formasi 3-5-2, dengan Filippo Rinaldi sebagai kiper. Lini belakang diisi Alessandro Circati, Mariano Troilo, dan Lautaro Valenti. Di tengah, Sascha Britschgi, Mandela Keita, Nahuel Estevez, Christian Ordonez, dan Oliver Sorensen mengombinasikan pertahanan dan serangan. Duet Patrick Cutrone dan Jacob Ondrejka menjadi tumpuan serangan Parma di depan.
Kedua tim menyiapkan strategi jelas: Napoli berusaha mendominasi bola dan menciptakan peluang dari sayap, sementara Parma mengandalkan soliditas lini tengah dan serangan balik cepat untuk menghadang tuan rumah.