pialadunia2026.cc - Bek tengah Manchester United, Matthijs de Ligt, tetap berpikir positif meski harus menjalani masa pemulihan cedera hampir tiga bulan.

Pemain berusia 26 tahun itu menargetkan bisa kembali merumput bulan depan untuk membantu Setan Merah mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

De Ligt terakhir kali tampil pada 30 November lalu saat United menang 2-1 di markas Crystal Palace. Sayangnya, dalam laga tersebut ia mengalami masalah pada punggung bagian bawah yang memaksanya menepi.

Sejak saat itu, eks kapten Ajax ini telah melewatkan 15 pertandingan di semua kompetisi, namun tetap optimistis bahwa ia akan kembali memberikan kontribusi penting bagi tim.

Baca Juga : Prediksi Pertandingan Wolves vs Arsenal 19 Februari 2026

Sempat Alami Penurunan, Tapi Operasi Tak Diperlukan

Awalnya, mantan pelatih kepala Ruben Amorim sempat meyakinkan bahwa De Ligt akan segera kembali. Namun, proses pemulihan berjalan lebih lambat dari perkiraan. Bahkan, laporan menyebut sang bek sempat mengalami sedikit kemunduran bulan lalu saat sudah mendekati comeback.

Kabar baiknya, De Ligt tidak perlu menjalani operasi. Saat ini, ia terus menjalani program rehabilitasi bersama tim medis klub di Carrington, memastikan pemulihan tetap berjalan optimal.

Sumber internal klub menyebutkan, sang pemain tetap tenang meski cedera jangka panjang ini berpotensi mengancam posisinya di skuad Belanda untuk Piala Dunia musim panas mendatang.

Persaingan Pemain di Timnas Belanda Semakin Ketat

Setelah sempat absen pada panggilan Oktober, performa konsisten Matthijs De Ligt di level klub membuatnya kembali masuk rencana pelatih Belanda, Ronald Koeman, untuk laga kualifikasi November.

Sepanjang 2024, De Ligt beberapa kali terpinggirkan meski menjadi starter reguler di Manchester United. Koeman memiliki banyak opsi bek tengah papan atas, mulai dari kapten Liverpool, Virgil van Dijk, kemudian Tottenham Hotspur dengan Micky van de Ven, hingga Inter Milan yang diperkuat Stefan de Vrij.

Nama lain seperti Nathan Ake juga masih bersaing, meski bek Manchester City itu sempat mengalami cedera lutut bulan lalu.

Dengan persaingan yang begitu ketat, De Ligt tentu membutuhkan menit bermain reguler di klubnya jika ingin mengamankan tempat di skuad Belanda untuk turnamen internasional mendatang.

Baca Juga : Gol Indah Szoboszlai yang Berakhir Petaka

Target Utama: Pertahankan Posisi di Zona Liga Champions

Fokus utama Matthijs De Ligt saat ini adalah membantu Manchester United melalui 12 laga tersisa musim ini. Tim asuhan Michael Carrick tengah terlibat persaingan ketat di papan atas klasemen Premier League.

United kini berada di posisi keempat klasemen sementara setelah bermain imbang 1-1 melawan West Ham United. Gol penyeimbang di masa injury time memastikan rekor tak terkalahkan United diperpanjang menjadi lima pertandingan.

Situasi ini semakin krusial karena klub-klub Premier League juga tampil dominan di kompetisi Eropa. Inggris memimpin peringkat koefisien UEFA, yang membuat posisi kelima Liga Inggris berpeluang besar tetap mendapat jatah Liga Champions musim depan.

Lini Belakang Kembali Kokoh dan Kuat

Sebelum Ruben Amorim didepak, lini belakang Manchester United sempat mengalami krisis akibat absennya Matthijs De Ligt dan Harry Maguire. Saat itu, sang pelatih bahkan harus menurunkan pemain muda seperti Ayden Heaven dan Leny Yoro untuk menambal pertahanan, sementara Lisandro Martinez baru pulih dari cedera ACL.

Kini situasi mulai membaik. Martinez dan Maguire tampil solid dalam lima laga terakhir, membawa United mengumpulkan 13 poin dari 15 kemungkinan. Meski Maguire sempat ditarik keluar saat melawan West Ham, kondisi hamstring-nya dipastikan baik-baik saja.

Di lini tengah, Mason Mount juga diperkirakan akan kembali saat United bertandang ke markas Everton pada 23 Februari mendatang, setelah absen tiga laga karena cedera ringan.

Baca Juga : Diberi Debut oleh Michael Carrick, Putra Legenda MU Ini Girang Bukan Main!