pialadunia2026.cc - Real Madrid dikabarkan tidak akan memberikan guard of honour atau pasillo kepada Barcelona jika sang rival berhasil mengunci gelar juara La Liga lebih awal. Sikap ini disebut sebagai bagian dari tensi rivalitas yang semakin panas di antara kedua klub.
Situasi tersebut berpotensi terjadi menjelang laga El Clasico yang dijadwalkan pada 11 Mei 2026. Saat ini, Barcelona masih berada di puncak klasemen Liga Spanyol dengan keunggulan sembilan poin, sementara Los Blancos menempati posisi kedua dengan tujuh pertandingan tersisa.
Tim asuhan Alvaro Arbeloa sendiri tengah berada dalam tekanan besar setelah berpeluang mengakhiri musim tanpa trofi mayor. Sebelumnya, mereka sudah tersingkir dari Copa del Rey dan Liga Champions oleh Bayern Munchen, serta sempat kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol awal tahun ini.
Di ruang ganti, Madrid mulai menerima kenyataan bahwa peluang juara liga semakin menipis. Namun demikian, sikap tegas tetap ditunjukkan oleh manajemen klub ibu kota Spanyol tersebut yang disebut enggan memberikan penghormatan resmi kepada rival abadinya dalam situasi tersebut.
Baca Juga : Usai Tersingkir dari Liga Champions, Madrid Siapkan Empat Calon Pelatih
Kontroversi Kasus Negreira
Menurut laporan jurnalis Marcos Llorente dari El Chiringuito TV, Real Madrid disebut tidak memiliki rencana untuk memberikan penghormatan kepada Barcelona jika mereka berhasil mengunci gelar juara. Sikap ini tetap berlaku meski laga El Clasico nanti digelar di kandang Barcelona, Spotify Camp Nou. Madrid menilai tidak ada kewajiban untuk menjalankan tradisi tersebut dalam kondisi saat ini.
Alasan utama di balik keputusan tersebut berkaitan dengan perseteruan panjang yang dikenal sebagai “Kasus Negreira”. Real Madrid menjadi salah satu pihak yang paling vokal dalam menuntut penyelidikan mendalam terkait dugaan skandal wasit tersebut. Mereka bahkan meminta adanya sanksi tegas jika tuduhan suap itu terbukti di pengadilan.
Sikap keras Los Merengues ini turut memperburuk hubungan kedua klub yang memang sudah lama panas. Tradisi pasillo yang biasanya menjadi simbol sportivitas kini terancam tidak dilakukan demi menjaga harga diri masing-masing pihak.
Akibatnya, hubungan antara dua raksasa sepak bola Spanyol ini dilaporkan semakin memburuk dan disebut sudah mencapai titik paling rendah dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga : Inilah 9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Jalan Menuju Gelar Juara Liga Spanyol
Agar perayaan gelar Barcelona bisa terjadi sebelum pertemuan kedua tim, selisih poin di klasemen harus semakin melebar. Barcelona wajib unggul setidaknya 13 poin sebelum laga pada 10 Mei tersebut digelar. Jika skenario itu terjadi, secara tradisi Madrid seharusnya menyambut sang juara saat memasuki lapangan.
Namun, kondisi Real Madrid saat ini juga tidak sedang baik. Mereka baru saja tersingkir oleh Bayern Munchen di kompetisi Eropa, yang menambah kekecewaan setelah sebelumnya kehilangan peluang di ajang domestik lain musim ini. Rentetan hasil buruk tersebut membuat kondisi mental tim ikut terdampak.
Penolakan untuk memberikan penghormatan ini kemudian dipandang sebagai puncak dari memburuknya hubungan dua raksasa Spanyol tersebut. Sikap tersebut juga dianggap sebagai bentuk penegasan bahwa Madrid tidak ingin berkompromi dengan situasi yang masih berkaitan dengan proses hukum.
Kini, publik hanya menantikan bagaimana drama ini akan berlanjut ketika kedua tim kembali bertemu di lapangan. Keputusan soal pasillo ini dipastikan akan semakin menambah panas rivalitas panjang yang sudah melegenda di sepak bola Spanyol.
Baca Juga : Barcelona Berpeluang Juara Sebelum El Clasico, Madrid Tolak Guard of Honour